Lokasi : Areal Lumpur Lapindo Brantas (Sidoarjo)

Alam Terbuka yang tertutup oleh Hamparan Luas Semburan Lumpur Lapindo Brantas Sidoarjo.

Lokasi : Kota Tua di Surabaya

Kenangan yang begitu indah di Surabaya.

Lokasi : Museum House of Sampoerna

Mobil tua yang di abadikan di salah satu museum di Surabaya.

Lokasi : Museum House of Sampoerna

Iseng-iseng pose, g nyangka bagus juga hasilnya.

Lokasi : Sekitar Gerbang Tol Sidoarjo

G jauh dari Pondok Djandra Sidoarjo, tepatnya depan gerbang tol Sidoarjo... masih ada juga pemandangan buat baground Pose hehehee.

Jumat, 15 Juni 2012

Hari Pencocokan Arah Kiblat: 27 Mei 2012

Kiblat adalah arah yang dituju ketika seorang muslim melakukan sholat. Kiblat kaum muslimin adalah Ka’bah yang berada di kota Mekah, Arab Saudi.

Setiap tahun, ada 2 saat di mana matahari singgah atau berkedudukan tepat di atas Ka’bah. Salah satunya adalah pada tanggal 27 Mei 2012, hari Ahad pada jam 12:18 waktu Mekah, atau 16:18 waktu indonesia bagian barat (WIB). Artinya, pada saat jam tersebut, siapa saja yang bisa melihat matahari maka ia bisa menentukan arah kiblat. Ketika kita mengarahkan pandangan ke matahari pada tanggal dan jam tersebut berarti kita telah menghadap kiblat. Artinya pula, bayangan benda yang lurus dan tegak pada saat itu akan membuat garis lurus ke arah kiblat.

Catatan: 1 atau 2 hari sebelum dan sesudah tanggal tersebut juga masih valid untuk menentukan arah kiblat pada sekitar jam di atas.

Peta wilayah bumi yang bisa melihat matahari di atas Ka’bah

Peta siang malam ketika matahari di atas Ka'bah, Mekah.
Peta siang malam ketika matahari di atas Ka'bah, Mekah. Wilayah yang mengalami siang hari dapat melihat matahari ketika berada di atas Ka'bah pada tanggal 27 Mei 2012, jam 12:18 waktu Mekah.
Info terkait: Arah Kiblat dan Fenomena Matahari di Atas Ka’bah.

Jadi, mari kita cek, kita cocokkan arah kiblat di rumah kita, di mushola kita, masjid kita, atau di mana saja dengan memanfaatkan fenomena matahari di atas Ka’bah ini. Jika melenceng, saatnya kita koreksi arah kiblat kita.

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. [Al Baqarah: 144]

::: Sumber :::

Hal ini di poskan kembali, hanya untuk mengingatkan kembali

Hubungan Antara Sunnah, Bid'ah, & Taklid

Khutbah Pertama

Ų„ِنَّ Ų§Ł„ْŲ­َŁ…ْŲÆَ لله نَŲ­ْŁ…َŲÆُهُ وَنَŲ³ْŲŖَŲ¹ِيْنُهُ وَنَŲ³ْŲŖَŲŗْفِŲ±ُهُ، وَنَŲ¹ُوْŲ°ُ بلله Ł…ِنْ Ų“ُŲ±ُوْŲ±ِ Ų£َنْفُŲ³ِنَŲ§ وَŁ…ِنْ Ų³َيِّŲ¦َŲ§ŲŖِ Ų£َŲ¹ْŁ…َŲ§Ł„ِنَŲ§، Ł…َنْ يَهْŲÆِهِ الله فَŁ„َŲ§ Ł…ُŲ¶ِŁ„َّ Ł„َهُ وَŁ…َنْ يُŲ¶ْŁ„ِŁ„ْ فَŁ„َŲ§ هَŲ§ŲÆِيَ Ł„َهُ، Ų£َŲ“ْهَŲÆُ Ų£َنْ Ł„َŲ§ اله ؄لا الله وَŲ­ْŲÆَهُ Ł„َŲ§ Ų“َŲ±ِيْكَ Ł„َهُ، وَŲ£َŲ“ْهَŲÆُ Ų£َنَّ Ł…ُŲ­َŁ…َّŲÆًŲ§ Ų¹َŲØْŲÆُهُ وَŲ±َŲ³ُوْŁ„ُهُ.
يَŲ§Ų£َيُّهاَ Ų§Ł„َّŲ°ِŁŠŁ†َ Ų”َŲ§Ł…َنُوا Ų§ŲŖَّŁ‚ُوا الله Ų­َŁ‚َّ ŲŖُŁ‚َŲ§ŲŖِهِ وَلاَ ŲŖَŁ…ُوتُنَّ Ų„ِلاَّ وَŲ£َنتُŁ… Ł…ُّŲ³ْŁ„ِŁ…ُŁˆŁ†َ
يَŲ§Ų£َيُّهَŲ§ النَّŲ§Ų³ُ Ų§ŲŖَّŁ‚ُوا Ų±َŲØَّكُŁ…ُ Ų§Ł„َّŲ°ِي Ų®َŁ„َŁ‚َكُŁ… Ł…ِّنْ نَفْŲ³ٍ وَŲ§Ų­ِŲÆَŲ©ٍ وَŲ®َŁ„َŁ‚َ Ł…ِنْهَŲ§ Ų²َوْŲ¬َهَŲ§ وَŲØَŲ«َّ Ł…ِنْهُŁ…َŲ§ Ų±ِŲ¬َالاً كَŲ«ِيرًŲ§ وَنِŲ³َŲ¢Ų”ً وَŲ§ŲŖَّŁ‚ُوا اللهَ Ų§Ł„َّŲ°ِي ŲŖَŲ³َŲ¢Ų”َŁ„ُŁˆŁ†َ ŲØِهِ وَŲ§ْلأَŲ±ْŲ­َŲ§Ł…َ Ų„ِنَّ الله كَانَ Ų¹َŁ„َيْكُŁ…ْ Ų±َŁ‚ِيبًŲ§
يَŲ§Ų£َيُّهَŲ§ Ų§Ł„َّŲ°ِŁŠŁ†َ Ų”َŲ§Ł…َنُوا Ų§ŲŖَّŁ‚ُوا الله وَŁ‚ُŁˆŁ„ُوا Ł‚َوْلاً Ų³َŲÆِيدًŲ§ . يُŲµْŁ„ِŲ­ْ Ł„َكُŁ…ْ Ų£َŲ¹ْŁ…َŲ§Ł„َكُŁ…ْ وَيَŲŗْفِŲ±ْ Ł„َكُŁ…ْ Ų°ُنُوبَكُŁ…ْ وَŁ…َن يُŲ·ِŲ¹ِ اللهَ وَŲ±َŲ³ُŁˆŁ„َهُ فَŁ‚َŲÆْ فَŲ§Ų²َ فَوْŲ²ًŲ§ Ų¹َŲøِŁŠŁ…ًŲ§
Ų£َŁ…َّŲ§ ŲØَŲ¹ْŲÆُ:
فَŲ„ِنَّ Ų£َŲµْŲÆَŁ‚َ Ų§Ł„ْŲ­َŲÆِيْŲ«ِ كِŲŖَŲ§ŲØُ الله وَŲ®َيْŲ±َ Ų§Ł„ْهَŲÆْيِ هَŲÆْيُ Ł…ُŲ­َŁ…َّŲÆٍ صلى الله Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ و سلم وَŲ“َŲ±َّ Ų§Ł„ْŲ£ُŁ…ُوْŲ±ِ Ł…ُŲ­ْŲÆَŲ«َŲ§ŲŖُهَŲ§، وَكُŁ„َّ Ł…ُŲ­ْŲÆَŲ«َŲ©ٍ ŲØِŲÆْŲ¹َŲ©ٌ، وَكُŁ„َّ ŲØِŲÆْŲ¹َŲ©ٍ Ų¶َŁ„َŲ§Ł„َŲ©ٌ، وَكُŁ„َّ Ų¶َŁ„َŲ§Ł„َŲ©ٍ فِي النَّŲ§Ų±ِ. اللهم ŲµَŁ„ Ų¹َŁ„َى Ł…ُŲ­َŁ…ŲÆٍ، وَŲ¹َŁ„َى أله وَŲµَŲ­ْŲØِهِ وَŲ³َلمْ.

Ikhwan fillah rahimakumullah.
Merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk menuntut ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah agar kita dapat menghindari dan menolak syubhat di dalam memahami dien Islam ini. Telah kita sepakati bersama bahwa hanya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah kita dapat selamat dan tidak akan tersesat.
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

ŲŖَŲ±َكْŲŖُ فِيْكُŁ…ْ Ų£َŁ…ْŲ±َيْنِ Ł„َنْ ŲŖَŲ¶ِŁ„ُّوْŲ§ Ł…َŲ§ ŲŖَŁ…َŲ³َّكْŲŖُŁ…ْ ŲØِهِŁ…َŲ§، كِŲŖَŲ§ŲØَ اللهِ وَŲ³ُنَّŲ©َ نَŲØِيِّهِ.
“Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan sesat selama-lamanya yaitu: Kitabullah dan sunnah NabiNya.” (Hadist Riwayat Malik secara mursal (Al-Muwatha, juz 2, hal. 999).

Syaikh Al-Albani mengatakan dalam bukunya At-Tawashshul anwa’uhu wa ahkamuhu, Imam Malik meriwayatkan secara mursal, dan Al-Hakim dari Hadits Ibnu Abbas dan sanadnya hasan, juga hadist ini mempunyai syahid dari hadits jabir telah saya takhrij dalam Silsilah Ahadits As-Shahihah no. 1761).

Adakah pilihan lain agar kita termasuk dalam orang-orang yang selamat dan agar umat Islam ini memperoleh kejayaan lagi selain mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shalih? Tentu tidak ada, karena sebenar-benar ucapan adalah Kalamullah, sebaik-baik petunjuk adalah sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan sebaik-baik generasi adalah generasi sahabat yang telah Allah puji dan Allah ridhai.

Suatu kebahagiaan kiranya jikalau kita termasuk dalam golongan yang selamat, golongan Tha’ifah Manshurah (kelompok yang mendapat pertolongan) dari Allah.

Ikhwan fillah rahimakumullah
Kebanyakan ummat Islam, kini terjebak dalam taklid buta. Terkadang suatu anjuran untuk mengikuti dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah serta memalingkan jiwa dari selain keduanya dianggap sebagai seruan yang mengajak kepada pelecehan pendapat para ulama dan menghalangi untuk mengikuti jejak para ulama atau mengajak untuk menyerang perkataan mereka.

Padahal tidak demikian yang dimaksudkan, bahkan harus dibedakan antara mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semata dengan pelecehan terhadap pendapat para ulama. Kita tidak boleh mengutamakan pendapat seseorang di atas apa yang telah dibawa oleh beliau dan tidak juga pemikirannya, siapapun orang tersebut. Apabila seseorang datang kepada kita membawakan suatu hadits, maka hal pertama yang harus kita perhatikan adalah keshahihan hadits tersebut kemudian yang kedua adalah maknanya. Jika sudah shahih dan jelas maknanya maka tidak boleh berpaling dari hadits tersebut walaupun orang disekeliling kita menyalahi kita, selama penerapannya juga benar.

Para Imam ulama Salaf yang dijadikan panutan umat, mencegah para pengikutnya mengikuti pendapat mereka tanpa mengetahui dalilnya. Di antara ucapan Abu Hanifah: “Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil pendapat kami sebelum dia mengetahui dari mana kami mengambilnya.”

Kemudian, “Bila saya telah berkata dengan satu pendapat yang telah menyalahi kitab Allah ta’ala dan sunah Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam , maka tinggalkanlah pendapatku.”

Sedangkan mayoritas ummat Islam sekarang ini mereka berkata, “Ustadz saya berkata.”
Padahal sudah datang kepada mereka firman Allah dalam surat Allah Hujarat ayat 1, artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya.”

Ibnu Abbas berkata, “Hampir-hampir saja diturunkan atas kalian batu dari langit. Aku mengatakan kepada kalian,” Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, tetapi kalian mengatakan, Abu Bakar berkata, Umar berkata.”

Firman Allah dalam surat 7 ayat 3, artinya, “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padaNya).” 

Kemudian salah satu penyakit umat Islam sekarang ini disamping taklid buta adalah banyaknya para pelaku bid’ah. Dan di antara sebab-sebab yang membawa terjadinya bid’ah adalah:
  • Bodoh tentang hukum agama dan sumber-sumbernya.Adapun sumber-sumber hukum Islam adalah Kitabullah, sunnah RasulNya dan ijma’ dan Qiyas. Setiap kali zaman berjalan dan manusia bertambah jauh dari ilmu yang haq, maka semakin sedikit ilmu dan tersebarlah kebodohan. Maka tidak ada yang mampu untuk menentang dan melawan bi’dah kecuali ilmu dan ulama. Apabila ilmu dan ulama telah tiada dengan wafatnya mereka, bi’dah akan mendapatkan kesempatan dan berpeluang besar untuk muncul dan berjaya dan tokoh-tokoh bid’ah bertebaran menyeret umat ke jalan sesat.
  • Mengikuti hawa nafsu dalam masalah hukum.Yaitu menjadikan hawa nafsu sebagai sumber segalanya dengan menyeret/membawa dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk mendukungnya, dalil-dalil tersebut dihukumi dengan hawa nafsunya. Ini adalah perusakan terhadap syari’at dan tujuannya.Allah Ta’ala berfirman, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiar-kan sesat) …” (Al-Jatsiyah: 23).
  • Fanatik buta terhadap pemikiran-pemikiran orang tertentu.Fanatik buta terhadap pemikiran orang-orang tertentu akan memisahkan antara seorang muslim dari dalil dan al-haq. Inilah keadaan orang-orang yang fanatik buta pada zaman kita sekarang ini, Mayoritas terdiri dari pengikut sebagian madzhab-madzab, sufiyyah dan quburiyyun (penyembah-penyembah kuburan), yang apabila mereka diseru untuk mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah, mereka menolaknya. Dan mereka juga menolak apa-apa yang menyelisihi pendapat mereka. Mereka berhujah dengan madzab-madzab, syaikh-syaikh, kiyai-kiyai, bapak-bapak nenek moyang mereka. Ini adalah pintu dari sekian banyak pintu-pintu masuknya bid’ah ke dalam agama Islam ini.
  • Ghuluw (berlebih-lebihan.Contoh dari point ini adalah madzab khawarij dan syi’ah. Adapun khawarij, mereka ghuluw berlebihan dalam memahami ayat-ayat peringatan dan ancaman. Mereka berpaling dari ayat-ayat raja’ (pengharapan), janji pengampunan dan taubat sebagaimana Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya …” (An-Nisa’: 48,116).
  • Tasyabuh dengan kaum kuffar.Tasyabbuh (menyerupai) kaum kuffar adalah sebab yang paling menonjol terjatuhnya seorang kedalam bid’ah. Hal ini pulalah yang terjadi di zaman kita sekarang ini. Karena mayoritas dari kalangan kaum Muslimin taqlid kepada kaum kuffar pada amal-amal bid’ah dan syirik. Seperti perayaan-perayaan ulang tahun (maulid) dan mengadakan hari-hari atau minggu-minggu khusus dan perayaan serta peringatan bersejarah (menurut anggapan mereka) seperti, peringatan Maulid Nabi. Isra’ Mi’raj, Nuzulul Qur’an dan yang lainnya adalah meyerupai peringatan-peringatan kaum kuffar.

Ł…َنْ ŲŖَŲ“َŲØَّهَ ŲØِŁ‚َوْŁ…ٍ فَهُوَ Ł…ِنْهُŁ…ْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka.”  (Abu Dawud).
  • Menolak bid’ah dengan bid’ah yang semisalnya atau bahkan yang lebih rusak.Contohnya ialah kaum Murji’ah, Mu’tazilah, Musyabibhah dan Jahmiyyah. Kaum Murji’ah memulai bid’ahnya dalam mensikapi orang-orang yang dizamannya, mereka berkata: “Kita tidak menghakimi mereka dan kita kembalikan urusannya kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala ”. Hingga akhirnya mereka sampai pada pendapat bahwa maksiat tidak me-mudharat-kan iman, sebagaimana tidak berfaedah ketaatan yang disertai kekufuran. Al-Baghdadi berkata: “Mereka dinamakan Murji’ah karena mereka memisahkan amal dari keimanan.”
  •  
Demikianlah, para ahlul bid’ah menjadikan kebid’ahan-kebid’ahan yang mereka lakukan sebagai satu amalan ataupun suatu sunnah, sedangkan yang benar-benar sunnah mereka jauhi. Padahal sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda,

Ł…َنْ Ų¹َŁ…ِŁ„َ Ų¹َŁ…َلاً Ł„َيْŲ³َ Ų¹َŁ„َيْهِ Ų£َŁ…ْŲ±ُنَŲ§ فَهُوَ Ų±َŲÆٌّ.
“Barangsiapa mengajarkan suatu amalan yang tidak ada keterangannya dari kami (Rasulullah), maka dia itu tertolak.” (Hadist riwayat Muslim).

Ihwan fillah rahimakumullah
Oleh karena itu jika kita mempelajari seluk beluk taqlid, kemudian kita pelajari hakekat kebid’ahan niscaya kita tahu bahwa ternyata antara bid’ah dan taqlid mempunyai hubungan yang sangat erat sekali. Jika kita perhatikan perbuatan bid’ah niscaya kita akan mengetahui bahwa pelakunya adalah seorang muqallid. Dan kalau kita melihat seorang muqallid, niscaya kita lihat bahwa dia tenggelam dalam kebid’ahan, kecuali bagi mereka yang dirahmati oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Berikut ini ada beberapa sebab yang menunjukkan bahwa taqlid itu mempunyai hubungan yang erat dengan bid’ah.

Muqallid tidak bersandar dengan dalil dan tidak mau melihat dalil; jika dia bersandar pada dalil, maka dia tidak lagi dinamakan muqallid. Demikian pula mubtadi’, diapun dalam melakukan kebid’ahan tidak berpegang dengan dalil karena kalau berpegang dengan dalil maka ia tidak lagi dinamakan dengan mubtadi’ karena asal bid’ah adalah mengadakan sesuatu hal yang baru tanpa dalil atau nash.

Taqlid dan bid’ah adalah tempat ketergelinciran yang sangat berbahaya yang menyimpangkan seseorang dari agama dan aqidah. Karena dua hal tersebut akan menjauhkan pelakunya dari nash Al-Qur’an dan As-Sunnah yang merupakan sumber kebenaran.

Taqlid dan bid’ah merupakan sebab utama tersesatnya umat terdahulu. Allah Subhannahu wa Ta’ala menceritakan dalam Al-Qur’an tentang Bani Isra’il yang meminta Musa Alaihissalam untuk menjadikan bagi mereka satu ilah dari berhala, karena taqlid kepada para penyembah berhala yang pernah mereka lewati.

FirmanNya, artinya, “Dan kami seberangkan Bani Israil keseberang lautan itu, maka setelah mereka sampai pada satu kaum yang telah menyembah berhala mereka, Bani Israil berkata: “Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah ilah (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa ilah (berhala)!. Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Ilah)! “sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan.” (Al- A’raf: 138-139).

Sekalipun Nabi Musa Alaihissalam melarang dan mencerca mereka dan mereka mengetahui bahwa arca itu hanyalah bebatuan yang tidak memberi manfaat dan mudlarat, tetapi mereka tetap membikin patung anak sapi dan menyembahnya.

Hal ini disebabkan karena taqlid yang sudah menimpa diri mereka. Ayat ini sangat jelas menunjukkan bahaya taqlid dan hubungannya yang sangat erat dengan kebid’ahan bahkan dengan kesyirikan dan kekufuran. Hal inilah yang merupakan sebab kesesatan Bani Isra’il dan umat lainnya, termasuk sebagian besar ummat Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam .

Terakhir adalah bagaimana cara kita untuk keluar dari bid’ah ini
Jalan keluar dari bid’ah ini telah di gariskan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dalam banyak hadits. Dan satu di antaranya adalah berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shahih, , karena mereka adalah orang yang paling besar cintanya kepada Allah dan RasulNya, paling kuat ittiba’nya, paling dalam ilmunya, dan paling luas pemahamannya terhadap dua wahyu yang mulia tersebut. Dengan cara ini seorang muslim mampu berpegang teguh dengan agamanya dan bebas dari kotoran yang mencemari dan terhindar dari semua kebid’ahan yang menyesatkan.

Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua dan kepada saudara-saudara kita yang terjerumus dan bergelimang di dalam kebid’ahan. Mudah-mudahan pula Allah menambah ilmu kita, menganugrahkan kekuatan iman dan takwa untuk bisa tetap istiqomah di atas manhaj yang hak dan menjalani sisa hidup di jaman yang penuh fitnah ini dengan bimbingan syari’at Muhammadiyah (syariat yang dibawa oleh Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam ), sampai kita bertemu Allah dengan membawa bekal husnul khatimah.

Amin ya Rabbal Alamin.
ŲØَŲ§Ų±َكَ اللهُ Ł„ِيْ وَŁ„َكُŁ…ْ فِي Ų§Ł„ْŁ‚ُŲ±ْآنِ Ų§Ł„ْŲ¹َŲøِيْŁ…ِ، وَنَفَŲ¹َنِيْ وَŲ„ِيَّاكُŁ…ْ ŲØِŁ…َŲ§ فِيْهِ Ł…ِنَ Ų§ْŁ„Ų¢ŁŠَŲ§ŲŖِ وَالذِّكْŲ±ِ Ų§Ł„ْŲ­َكِيْŁ…ِ. Ų£َŁ‚ُوْŁ„ُ Ł‚َوْŁ„ِيْ هَŲ°َŲ§ وَŲ£َŲ³ْŲŖَŲŗْفِŲ±ُ اللهَ Ų§Ł„ْŲ¹َŲøِيْŁ…َ Ł„ِيْ وَŁ„َكُŁ…ْ.

Khutbah Kedua
Ų„ِنَّ Ų§Ł„ْŲ­َŁ…ْŲÆَ Ł„ِŁ„َّهِ نَŲ­ْŁ…َŲÆُهُ وَنَŲ³ْŲŖَŲ¹ِيْنُهُ وَنَŲ³ْŲŖَŲŗْفِŲ±ُهْ وَنَŲ¹ُوذُ ŲØِاللهِ Ł…ِنْ Ų“ُŲ±ُوْŲ±ِ Ų£َنْفُŲ³ِنَŲ§ وَŁ…ِنْ Ų³َيِّŲ¦َŲ§ŲŖِ Ų£َŲ¹ْŁ…َŲ§Ł„ِنَŲ§، Ł…َنْ يَهْŲÆِهِ اللهُ فَلاَ Ł…ُŲ¶ِŁ„َّ Ł„َهُ وَŁ…َنْ يُŲ¶ْŁ„ِŁ„ْ فَلاَ هَŲ§ŲÆِيَ Ł„َهُ. Ų£َŲ“ْهَŲÆُ Ų£َنْ لاَ Ų„ِŁ„َهَ Ų„ِلاَّ اللهُ وَŲ­ْŲÆَهُ لاَ Ų“َŲ±ِيْكَ Ł„َهُ وَŲ£َŲ“ْهَŲÆُ Ų£َنَّ Ł…ُŲ­َŁ…َّŲÆًŲ§ Ų¹َŲØْŲÆُهُ وَŲ±َŲ³ُوْŁ„ُهُ ŲµَŁ„َّى اللهُ Ų¹َŁ„َى نَŲØِيِّنَŲ§ Ł…ُŲ­َŁ…َّŲÆٍ وَŲ¹َŁ„َى آلِهِ وَŲ£َŲµْŲ­َŲ§ŲØِهِ وَŲ³َŁ„َّŁ…َ ŲŖَŲ³ْŁ„ِيْŁ…ًŲ§ كَŲ«ِيْŲ±ًŲ§. Ł‚َŲ§Ł„َ ŲŖَŲ¹َŲ§Ł„َى: يَŲ§ Ų£َيُّهاَ Ų§Ł„َّŲ°ِيْنَ Ų”َŲ§Ł…َنُوا Ų§ŲŖَّŁ‚ُوا اللهَ Ų­َŁ‚َّ ŲŖُŁ‚َŲ§ŲŖِهِ وَلاَ ŲŖَŁ…ُوْŲŖُنَّ Ų„ِلاَّ وَŲ£َنتُŁ…ْ Ł…ُّŲ³ْŁ„ِŁ…ُوْنَ. Ł‚َŲ§Ł„َ ŲŖَŲ¹َŲ§Ł„َى: {وَŁ…َن يَŲŖَّŁ‚ِ اللهَ يَŲ¬ْŲ¹َŁ„ Ł„َّهُ Ł…َŲ®ْŲ±َŲ¬ًŲ§} وَŁ‚َŲ§Ł„َ: {وَŁ…َن يَŲŖَّŁ‚ِ اللهَ يُكَفِّŲ±ْ Ų¹َنْهُ Ų³َيِّŲ¦َŲ§ŲŖِهِ وَيُŲ¹ْŲøِŁ…ْ Ł„َهُ Ų£َŲ¬ْŲ±ًŲ§}. Ų«ُŁ…َّ Ų§Ų¹ْŁ„َŁ…ُوْŲ§ فَŲ„ِنَّ اللهَ Ų£َŁ…َŲ±َكُŁ…ْ ŲØِالصَّلاَŲ©ِ وَالسَّلاَŁ…ِ Ų¹َŁ„َى Ų±َŲ³ُوْŁ„ِهِ فَŁ‚َŲ§Ł„َ: {Ų„ِنَّ اللهَ وَŁ…َلاَŲ¦ِكَŲŖَهُ يُŲµَŁ„ُّوْنَ Ų¹َŁ„َى النَّŲØِيِّ، يَŲ§ Ų£َيُّهاَ Ų§Ł„َّŲ°ِيْنَ Ų”َŲ§Ł…َنُوْŲ§ ŲµَŁ„ُّوْŲ§ Ų¹َŁ„َيْهِ وَŲ³َŁ„ِّŁ…ُوْŲ§ ŲŖَŲ³ْŁ„ِيْŁ…ًŲ§}.
Ų§َللَّهُŁ…َّ ŲµَŁ„ِّ Ų¹َŁ„َى Ł…ُŲ­َŁ…َّŲÆٍ وَŲ¹َŁ„َى آلِ Ł…ُŲ­َŁ…َّŲÆٍ كَŁ…َŲ§ ŲµَŁ„َّيْŲŖَ Ų¹َŁ„َى Ų„ِŲØْŲ±َاهِيْŁ…َ وَŲ¹َŁ„َى آلِ Ų„ِŲØْŲ±َاهِيْŁ…َ، Ų„ِنَّكَ Ų­َŁ…ِيْŲÆٌ Ł…َŲ¬ِيْŲÆٌ. وَŲØَŲ§Ų±ِكْ Ų¹َŁ„َى Ł…ُŲ­َŁ…َّŲÆٍ وَŲ¹َŁ„َى آلِ Ł…ُŲ­َŁ…َّŲÆٍ كَŁ…َŲ§ ŲØَŲ§Ų±َكْŲŖَ Ų¹َŁ„َى Ų„ِŲØْŲ±َاهِيْŁ…َ وَŲ¹َŁ„َى آلِ Ų„ِŲØْŲ±َاهِيْŁ…َ، Ų„ِنَّكَ Ų­َŁ…ِيْŲÆٌ Ł…َŲ¬ِيْŲÆٌ. Ų§َللَّهُŁ…َّ Ų§ŲŗْفِŲ±ْ Ł„ِŁ„ْŁ…ُŲ³ْŁ„ِŁ…ِيْنَ وَŲ§Ł„ْŁ…ُŲ³ْŁ„ِŁ…َŲ§ŲŖِ، وَŲ§Ł„ْŁ…ُŲ¤ْŁ…ِنِيْنَ وَŲ§Ł„ْŁ…ُŲ¤ْŁ…ِنَŲ§ŲŖِ Ų§ْلأَŲ­ْيَŲ§Ų”ِ Ł…ِنْهُŁ…ْ وَŲ§ْلأَŁ…ْوَŲ§ŲŖِ، Ų„ِنَّكَ Ų³َŁ…ِيْŲ¹ٌ Ł‚َŲ±ِيْŲØٌ. Ų§َللَّهُŁ…َّ Ų£َŲ±ِنَŲ§ Ų§Ł„ْŲ­َŁ‚َّ Ų­َŁ‚ًّŲ§ وَŲ§Ų±ْŲ²ُŁ‚ْنَŲ§ Ų§ŲŖِّŲØَŲ§Ų¹َهُ، وَŲ£َŲ±ِنَŲ§ Ų§Ł„ْŲØَŲ§Ų·ِŁ„َ ŲØŲ§َŲ·ِلاً وَŲ§Ų±ْŲ²ُŁ‚ْنَŲ§ Ų§Ų¬ْŲŖِنَŲ§ŲØَهُ. Ų±َŲØَّنَŲ§ Ų¢ŲŖِنَŲ§ فِي الدُّنْيَŲ§ Ų­َŲ³َنَŲ©ً وَفِي الآخِŲ±َŲ©ِ Ų­َŲ³َنَŲ©ً وَŁ‚ِنَŲ§ Ų¹َŲ°َŲ§ŲØَ النَّŲ§Ų±ِ. Ų±َŲØَّنَŲ§ هَŲØْ Ł„َنَŲ§ Ł…ِنْ Ų£َŲ²ْوَŲ§Ų¬ِنَŲ§ وَŲ°ُŲ±ِّيَّŲ§ŲŖِنَŲ§ Ł‚ُŲ±َّŲ©َ Ų£َŲ¹ْيُنٍ وَŲ§Ų¬ْŲ¹َŁ„ْنَŲ§ Ł„ِŁ„ْŁ…ُŲŖَّŁ‚ِŁŠŁ†َ Ų„ِŁ…َŲ§Ł…ًŲ§. Ų³ُŲØْŲ­َانَ Ų±َŲØِّكَ Ų±َŲØِّ Ų§Ł„ْŲ¹ِŲ²َّŲ©ِ Ų¹َŁ…َّŲ§ يَŲµِفُوْنَ، وَŲ³َلاَŁ…ٌ Ų¹َŁ„َى Ų§Ł„ْŁ…ُŲ±ْŲ³َŁ„ِيْنَ وَŲ§Ł„ْŲ­َŁ…ْŲÆُ Ł„ِŁ„َّهِ Ų±َŲØِّ Ų§Ł„ْŲ¹َŲ§Ł„َŁ…ِيْنَ. وَŲµَŁ„َّى اللهُ Ų¹َŁ„َى Ł…ُŲ­َŁ…َّŲÆٍ وَŲ¹َŁ„َى آلِهِ وَŲµَŲ­ْŲØِهِ وَŲ³َŁ„َّŁ…َ. وَŲ£َŁ‚ِŁ…ِ الصَّلاَŲ©َ.

Kamis, 14 Juni 2012

Nasehat Orang Tua Part II

Bertahun lamanya sudah dilalui dengan segala kesibukan dan perjuangan seorang anak lelaki yang berasal dari tempat terpencil merantau ke tengah-tengah kota yang penuh kebisingan dunia, ternyata tidaklah membuatnya putus asa untuk selalu berusaha dan berjuang untuk menyambung hidupnya...

Dengan bekal kejujuran si anak itu bisa di bilang sukses, karena dari hasil kerja kerasnya kini si anak bisa membuat sebuah usaha yang di kelola sendiri, yaitu membuat sebuah toko yang tak jauh letaknya dari tempat dia bekerja dulu, pada suatu malam si anak termenung letih di teras rumah, dia merindukan sesosok ibu yang telah lama ditinggalkan, dan pada akhirnya dia memutuskan untuk membawa ibunya tinggal bersamanya di kota, kabar inipun langsung disampaikan keesok paginya melalui surat, begitu si ibu menerima sepucuk surat itu lalu dibacanya dengan riang gembira....

To : Ibunda Tersayang
Assalaamualaikum Wr. Wb.
Ibunda,... Ananda mohon maaf kalau selama ini ananda tidak bisa menjenguk ibunda di kampung, karena ananda selama di kota sibuk dengan pekerjaan, oya bu... apakah kiriman ananda stiap bulannya cukup buat ibu...mudah-mudahan saja cukup ya bu..... karena hanya sgitu yang bisa ananda kirimkan...

Ananda akan memberitau ibu... bahwa bulan depan ananda tidak bisa mengirim uang buat ibu, karena ananda kepengen ibu tinggal bersama ananda di kota....

udah dulu ya bu.. ananda tunggu kedatangan ibu di sini, ananda sudah siapkan tiket buat ibu, dan uangnya sebagian sedekahkan kepada orang yang membutuhkan,....
Wassalamualaikum Wr. Wb.

tertanda

Annakmu yang comel


setelah membaca surat tersebut, siibu pun meneteskan air mata kebahagiaan buat anaknya, lalu keesokan harinya si ibu bergegas menuju terminal bus untuk berangkat kekota, selama perjalanan si ibu merasakan kebahagiaan yang telah di raih oleh anaknya...

Sesampainya di kota si Ibu ternyata telah di nantikan oleh si anak tepat di gerbang terminal kota.... Alhamdulillah...... Ibu!!!! teriak si anak..... lalu mereka berpelukan.... kemudian si anak membawa si ibu ke rumahnya... sampailah mereka di rumah si anak.

"Ayo bu masuk.,., pinta si anak, si ibu masih ragu-ragu untuk masuk, karena masih terasa asing baginya rumah yang dia datangi itu, "ayolah bu.... rumahku juga rumah ibu.." pintanya lagi... tanpa ragu lagi kemudian si ibu masuk kerumah dengan di papah oleh si anak.... lalu si ibu diantarkan ketempat tidur untuk istirahat.... "rumahmu bagus nak...." puji si ibu... "bukan rumahku bu...." jawab si anak.. "trus rumah siapa...?" si ibu jadi heran... si anak malah nyengir.... "ya.... rumah kitalah bu..... hehhehee kan aku dah bilang,, rumahku juga rumah ibu..." mereka ketawa bersama hahahhahaha "bisa aja kamu  ne nak...".

Kalaulah kita selalu mendengarkan nasehat yang orang tua kita berikan, maka hidup kita akan bahagia,....
tp kalau kita tidak pernah mendengarkan bahkan tidak mengindahkan nasehat-nasehat orang tua kita, bagaimna kita mau sukses dan bahagia..???

Lirik lagu Drive



Rabu, 13 Juni 2012

Air Mata seorang Pemimpin

السلام Ų¹Ł„ŁŠŁƒŁ… ŁˆŲ±Ų­Ł…Ų©Ų§Ł„Ł„Ł‡ ŁˆŲØŲ±ŁƒŲ§ŲŖŁ‡

Sahabat Fillah yang dimuliakan Allah Subhanahu wa ta’ala
…

renungan jelang fajar kali ini adalah tentang…
... “…Air Mata seorang Pemimpin…”

RasĆ»lullĆ¢h ShallallĆ¢hu 'Alaihi Wasallam bersabda…
dari Abu Hurairah ra berkata…
“tatkala RasĆ»lullĆ¢h ShallallĆ¢hu 'Alaihi Wasallam berada dalam suatu majelis…
sedang berbicara dengan para sahabat…
maka datanglah orang Arab Badui dan berkata… : “Kapankah terjadinya Kiamat…?”
RasĆ»lullĆ¢h ShallallĆ¢hu 'Alaihi Wasallam terus melanjutkan pembicaraannya…

sebagian Sahabat berkata… :
‘RasĆ»lullĆ¢h ShallallĆ¢hu 'Alaihi Wasallam mendengar apa yang ditanyakan…
tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya…’

berkata sebagian Sahabat yang lain… :
“RasĆ»lullĆ¢h ShallallĆ¢hu 'Alaihi Wasallam tidak mendengar…’

setelah RasĆ»lullĆ¢h ShallallĆ¢hu 'Alaihi Wasallam menyelesaikan perkataannya…
Beliau ShallallĆ¢hu 'Alaihi Wasallam bertanya… : ‘Mana yang bertanya tentang Kiamat…?’
berkata orang Arab Badui itu… ‘Saya wahai RasĆ»lullĆ¢h ShallallĆ¢hu 'Alaihi Wasallam…’

RasĆ»lullĆ¢h ShallallĆ¢hu 'Alaihi Wasallam berkata… :
‘Jika amanah disia-siakan… maka tunggulah Kiamat…’
Bertanyalah para Sahabat… : ‘Bagaimana menyia-nyiakannya…?’

RasĆ»lullĆ¢h ShallallĆ¢hu 'Alaihi Wasallam menjawab… :
“Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya… maka tunggulah Kiamat…”
[HR. Bukhari]

“Sesungguhnya akan datang di tengah-tengah kalian para pemimpin sesudahku…
mereka menasihati orang di forum-forum dengan penuh hikmah…
tetapi jika mereka turun dari mimbar mereka berlaku culas…
hati mereka lebih busuk daripada bangkai…

Barang siapa yang membenarkan kebohongan mereka…
dan membantu kesewenang-wenangan mereka…
maka aku bukan lagi golongan mereka dan mereka bukan golonganku…
dan mereka tidak akan dapat masuk telagaku…

Barang siapa yang tidak membenarkan kebohongan mereka…
dan tidak membantu kesewenang-wenangan mereka…
maka mereka adalah termasuk golonganku dan aku termasuk golongan mereka…
dan mereka akan datang ke telagaku…”
[H.R. At-Thabrani]

“Jika para pemimpin tidak lagi memerintah berdasarkan kitab Allah (Al Qur’an)…
dan tidak menjadikan apa yang diturunkan Allah sebagai pegangan dalam memutuskan perkara…
maka hal itu akan menebarkan rasa permusuhan diantara mereka…”
[HR. Ibnu Majah]

“Akan muncul di akhir zaman lelaki yang memanipulasi agama untuk kepentingan dunia…
Mereka mengenakan pakaian yang halus-halus…
lidah mereka lebih manis daripada madu tetapi mereka berhati serigala…
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman…
”Apakah kepada-Ku mereka sombong atau, kepada-Ku mereka berani…
Atas nama-Ku mereka bersumpah…
Maka akan ditimpakan kepada mereka fitnah…
yang membuat orang-orang pandai jadi kebingungan…”
[H.R. Tirmidzi]


“…air mata sosok Khalifah UMAR bin ABDUL AZIZ ra…”

pada suatu hari seseorang menjumpai Umar bin Abdul Aziz ra…
Ia adalah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang sangat terkenal…

Orang tersebut melihat Umar bin Abdul Aziz ra sedang menangis sendirian…

"Mengapa engkau menangis wahai Amirul Mukminin…?" tanya orang itu dengan hati-hati…
"Bukankah engkau telah menghidupkan banyak sunnah dan menegakkan keadilan…?"
lanjut orang itu lagi…

Umar bin Abdul Aziz ra masih terus menangis…
tiada tanda-tanda ia akan berhenti dari tangisnya…

beberapa saat kemudian… barulah ia menyahut seraya berkata… :
"Bukankah aku kelak akan dihadapkan pada pengadilan Allah Subhanahu wa ta’ala…?
kemudian aku pasti ditanya tentang rakyatku…?

Demi Allah…
aku benar-benar sangat takut… takut karena telah tidak berbuat adil terhadap mereka…
aku masih mengkhawatirkan diri ini…
khawatir kalau diri ini tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan…
seandainya banyak hak rakyat-rakyatku yang aku dzalimi…?"

Air mata Umar bin Abdul Aziz ra kembali mengalir dengan derasnya…

Tidak lama berselang dari peristiwa itu…
Umar bin Abdul Aziz menghadap Allah SWT…
Ia pergi untuk selama-lamanya…

Umar yang dikenal sebagai khalifah yang shalih… bijak… banyak melakukan kebaikan… dan selalu berlaku adil kepada rakyat…
masih saja menangis ketika mengingat pengadilan Allah SWT di hari akhir kelak…

Sahabat Fillah…
“lalu bagaimanakah dengan diri qt sebabagi pemimpin diri sendiri…?
lalu bagaimanakah dengan diri qt sebagai pemimpin keluarga…?
lalu bagaimanakah dengan diri qt sebagai pemimpin organisasi di masyarakat…?”


Sahabat Fillah…
walaupun sangat kecil kemungkinannya…
(karena 1… 2… 3… 4… 5… detik atau menit atau jam…
qt belumlah tahu apa yang akan terjadi pada diri qt…)

tetapi…
masih ada kesempatan bagi qt (khususnya diri saya pribadi) untuk merenungi…
- apakah yang qt lakukan sejak kemarin hingga detik ini…
termasuk telah berlaku dzalim terhadap diri sendiri… keluarga… atau orang lain…?

- apakah yang qt lakukan sejak kemarin hingga detik ini…
dapat dikatakan telah berlaku adil terhadap diri sendiri… keluarga… atau orang lain…?

Wallahu Ta’ala A’lamu bish showwab
Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsir,,
.

ŁˆŲ§Ł„Ų³َّلاَŁ…ُ Ų¹َŁ„َيْكُŁ…ْ وَŲ±َŲ­ْŁ…َŲ©ُ اللهِ وَŲØَŲ±َكَŲ§ŲŖُهُ


@. Temukan-Aku-Dalam-ISTIKHARAH-MU-Duhai-Belahan-Jiwa-Ku .@
-------------------------------------------
Bagi teman teman yang menyukai silahkan tag / share sendiri dan bantu temanmu yang lain untuk ditagkan. Jangan lupa klik “ SUKA”. terimakasih
@@@@@@ SEMOGA BERMANFAAT.@@@@@@@
ஜ۩۞۩ஜ ஜ۩۞۩ஜ ஜ۩۞۩ஜ ஜ۩۞۩ஜ ஜ۩۞۩ஜ

  

Rabu, 06 Juni 2012

Nasehat Seorang IBU Part I

Di suatu tempat, hiduplah seorang anak laki² dengan Ibunya yang sudah ditinggal mati oleh suaminya, walaupun mereka hidup berdua, mereka selalu merasakan kebahagiaan yang tak dimiliki oleh orang lain. gari demi hari mereka lalui tanpa ada kata² menyerah demi bertahan hidup mereka berdua selalu bekerja keras dengan harapan kebahagiaan.

Waktu demi waktu tak terasa berlalu sianal[un semakin tumbuh dewasa dan timbul dibenaknya untuk mengais rejeki di kota yang begitu padat dengan penduduknya, padat dengan bangunannya, padat dengan kendaraannya yang menyebabkan setiap jalan di kota tersebut mengalami macet. Sianak membuka ceritanya kepada sang ibu.. "Ibu... bolehkan ananda pergi merantau ke kota?"... dengan wajah yang tanpa ekspresi si ibu tak memberikan jawaban, kemudian si anak bertanya lagi kepada ibunya "Bu... bolehkan ananda pergi merantau ke kota?"... lalu si ibu menjawab pertanyaan anaknya dengan pertanyaan, "Apa yang akan kamu cari di kota...?" si anakpun bingung... tapi si anak tak pernah menyerah, lalu berkata "Ananda akan bekerja bu,... ananda akan bahagiakan ibu... kalau ananda sudah bekerja di sana, ananda akan mengirimkan hasil kerja ananda setiap bulannya ke Ibu..", si anak belum juga berhenti meluluhkan hati si ibu..."Izinkan ananda ya bu.., ananda sayang Ibu.." kemudian si ibu bertanya  lagi... "Apakah kamu tidak akan pulang ke gubuk kita ini..?" dengan wajah heran si anak menjawab "Ananda pasti pulang bu, yang ananda punya adalah Ibu, ananda g punya siapa² lagi selain ibu,,," pada akhirnya si ibu pun mengizinkan si anak untuk merantau ke kota.

Si anak berpamitan kepada si ibu untuk berangkat.. sebelum si anak meninggalkan ibunya, ibunya memberikan nasehat kepada anaknya."Nak.... ketika kamu pergi dan hidup ditengah hiruk pikuk kota, Ibu harap kamu selalu jaga nama baik keluargamu, jangan pernah kamu tinggalkan ibadahmu, jangan pernah kamu lupakan keluargamu...., seburuk²nya keluarga lebih buruk orang yang menyebarkan aib keluarganya". kemudian si anak berpamitan dan berkata" Baiklah bu.. ananda akan selalu ingat pesan ibu, ananda akan selalu meridukan ibu, ananda akan selalu doakan ibu... ananda pergi bu... Assalamualaikum.... kemudian ibu menjawab "Walaikumsalam......, hati² di jalan ya nak.... jaga dirimu....." 

Setelah si anak menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan kemudian si anak mencari tempat peristirahatan tepat di teras mushollah, lalu tak lama kemudian berkumandanglah adzan Ashar... Alahuakbar.. Allahuakbar.!!!..... kemudian si anak meluncur ke temapt ambil air wudhu yang tak jauh dari tempat dia istirahat... setelah adzan selesai kemudian komat, lalu shalat Ashar berjemaah. setelah selesai shalat si anak kembali lagi ke tempat semula, tempat dia beristirahat, tanpa sadar ada seseorang berbjubah putih dengan sorbannya yang besar dan memiliki janggut yg panjang dan keriting mengejutkan si anak.. Assalamualaikum... sontak si anak sambil menjawab salam orang tersebut "Walaikumsalam..... "maaf nak... kamu menduduki sandal saya..."... "Hehehe maaf pak... abisnya saya capek banget pak... ampe g terasa ne pinggul, mana sandal mana ubin... seharian duduk di mobil jd bikin pinggul mati rasa"...orang tersbut hanya tersenyum kecil mendengar celoteh si anak yang lagi salah tingkah, kemudian orang tersebut menanyakan "ngomong² kamu dari mana, dan mau kemana...? si anak menjawab "saya dari kampung pak, saya datang ke kota ini bertujuan untuk bekerja.... orang tersebut kebetulan memiliki toko kelontong dan membutuhkan seorang karyawan..."Nah... kebetulan saya punya sebuah toko dan membutuh seorang karyawa, mudah² kamu mau...." si anakpun sumringah "Alhamdulillah....".. "Ayo ikut Bapak" ajak orang itu.

Sesampainya di Toko kepunyaan si Bapak yang berpenampilan Walisongo itu, si anak dipersilahkan masuk dan duduk di kursi plastik yang sudah di sediakan di teras rumah, kebetulan kan kamu capek, ne minum buat kamu..." makasi pak.. sruppppppp..... Nantikan Tulisan Lanjutan.......Part II    (JA)

Minggu, 03 Juni 2012

Tampil Menarik, Fresh dan Natural


Selasa, 29 Mei 2012

Hitam Putih

Tiada yang bisa tandingi kepolosanmu, sesuatu di dirimu telah mengundang rasa penasaran bagi para lelaki, akankah dirimu ittu telah menyadari apa yang telah buat mreka melirikmu, mendekatimu, bahkan menynjungmu,,,,

Banyak pertanyaan yang keluar dari mulut mreka yang tak sanggup diucapkan dihadapanmu, yg tak terdengar di telingamu, siapa yang memilikimu...??? sungguh beruntung lelaki yang bisa meraih hatimu.... apakah benar terdapat kharisma yang berbeda  
di dirimu,,,??? smua pertanyaan ini tak terjawab.... itu jadi pertanyaan-pertanyaan kosong tanpa jawaban yang pasti... biarkanlah rasa penasaran mreka terjawab di kemudian hari...

Stiap lirikan yang kau tujukan itu sudah buat mreka mrasa riang, bahkan menjadi membuat mreka salah tingkah dalam berlaku...ntah apa yang salah dalam laku mreka..??? stiap senyummu menggemparkan hati mreka... apakah ini bisa dikatakan kalau mreka ini jatuh cinta...??????  apakah  mungkin  mreka
mrasakan yang namanya cinta...??? apakah mreka hanya mrasakan sesaat saja...?? huffttttt kemungkinan saja mreka terlambat mengenalmu.... knapa tidak sejak dulu mreka mengenalmu... jadi sedikit banyaknya mreka mengenal siapa dirimu... saat ini mreka mengenalmu hanya sekedar nama.. tp mreka tak tau siapa dirimu itu,....??

Keanggunanmu itu cairkan hati mreka yang   keras   membatu,    Keceriaanmu
bisa damaikan stiap mreka memandangmu....

Ntah kenapa aku berfikiran seperti ini.. apakah aku juga mrasakan juga apa yang mreka rasakan..?? sulit dikatakan apabila aku juga jatuh dalam relung cinta, hmmm rasanya tidak bisa dipercaya... anggap saja smua ini hanya sesaat... karena ini akan merubah sikap dan lakumu di kemudian hari.... (JA)

Senin, 28 Mei 2012

Kepergianmu Tuk Kebahagiaanmu

Kepergian...
Meskipun kau pergi jauh dari hidupnya
Smua itu tidak akan merubah sgalanya
Bahkan smua akan lebih baik
Karna dia ingin kau bahagia

Jika engkau akan bersanding dengan orang lain
Maka akan smakin buat dia bahagia
Walaupun menetes air mata di pipinya
Bukan berarti dia bersedih

Kebahagiaanmu lebih penting dari hidupnya
Karna dia sangat mencintaimu
Tidak ada alasan bagi dia tuk melepasmu
Karna dirimu inginkan impianmu

Kalaulah dia mencegahmu tuk pergi
Sudah tentu dia itu akan buatmu sedih
Karna letak kebahagiaanmu bersama orang lain
Dan orang lain itu sanggup bahagiakanmu

Bukanlah pesimis dia melepasmu
Bukanlah dia tak ingin perjuangkan cintanya
Justru karna dia mencintaimu
Maka itu dia biarkanmu bahagia dengan orang lain

--> Penulis <--

Minggu, 27 Mei 2012

Kerinduanku pada masa depan

Sekian banyak ummat manusia (majemuk) laki-laki, perempuan, tua, muda, besar, kecil,, banyak yang berkeinginan ataupun merinkukan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu, makanya banyak bermunculan kegiatan-kegiatan yang merindukan masa lalu, seperti reuni, temu kangen, nostalgia, masih banyak lagi sebutannya...

Akan tetapi dalam tulisanku ini, kalau aku pengen banget ketemu dengan masa depan.. artinya, aku ne ingin apa yang kucita2kan itu tercapai. Sebenarnya lebih indah merindukan masa depan daripada merindukan masa lalu, bukanlah kekayaan yang kuinginkan, bukanlah kekuasaan yang kuinginkan, tp yang aku inginkan cuma ketengan, kedamaian, tidak ada penekanan, tidak ada paksaan, (MERDEKA) lahir dan batin.

Masa depan.. masa depan.... ku rindaukan kau masa depan.... selamat tinggal masa lalu.. wahh bisa buat lirik lagu ne.. haha norak!!! ketika kita mengingat masa lalu langkah kita akan terhenti begitu saja seraya mundur kebelakang, karena terniat dalam hatinya untuk mengulangi lagi masa-masa itu, kalau kita selalu merindukan masa depan maka kita akan terus melangkah ke depan bahkan kalau bisa berlari...

Doa dan Usahalah yang baru-baru ini ku buat.. semoga ajja apa yang kuinginkan tercapai.. amin..... ya robbal alamin........ melalui tulisanlah bisa kucurahkan apa yang mengganjal di hati.. kalau curhat nanti di bilang banyak cerita, makanya lebih baik aku tulis, daripada aku sampaikan secara lisan.... orang akan mudah mengingat apa yg dibaca..... karena penasaran... law diucap... pasti lupa dech..... (JA)

I miss the future....

Sabtu, 26 Mei 2012

Lomba Semarakkan Milad

Dalam rangka semarak Milad ke 80 Tahun Pemuda Muhammadiyah, maka Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Riau mengadakan :
1. Lomba Pidato tgl 1 & 2 Juni 2012 (Tingkat SLTA Muhammadiyah)
di Auditorium UMRI
Batas pendaftaran tgl 30 Mei 2012
Technical Meeting tgl 31 Mei 2012 Pukul 14.00 WIB
di Auditorium UMRI
info : Call or SMS 081275143530 (Erik Wandi)

2. Lomba Vocal group tgl 1 & 2 Juni 2012 (SLTA & Perguruan
Tinggi Muhammadiyah)
di Auditorium UMRI
Batas pendaftaran tgl 30 Mei 2012
Technical Meeting tgl 31 Mei 2012 Pukul 14.00 WIB
di Auditorium UMRI
Info : Call or SMS 085214891154 (Fauzi Rahman)

3. Lomba Lagu Melayu tgl 19 - 21 Juni 2012 (Tingkat SLTA se Riau)
Info : Call or SMS 083830937773 (Axis) - 085375221223 (As)
(Jey Alvie)
di Gedung Taman Budaya
Batas pendaftaran tgl 17 Juni 2012
Technical Meeting sekaligus penentuan Nada tgl 18 Juni 2012
Pukul 10.00 WIB di Auditorium UMRI

Info Lebih lanjut :
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 88 Sukajadi Pekanbaru (Kampus I Universitas Muhammadiyah Riau)
076136912 (Kantor) - (Andi)

Jumat, 25 Mei 2012

Slide





Minggu, 20 Mei 2012

TV OnLine Berkualitas

Kamis, 17 Mei 2012

Asa Tuah Sakti

Logo KAKTUS = Keluarga Kecil Asa Tuah Sakti
Klick ---- > Kaktus di g+

Sabtu, 28 April 2012

Pengurus PCPM Kecewa

Pembukaan Musyda PDPM Kota Pekanbaru
Pekanbaru 27/04, Ajang Musyda PDPM Kota Pekanbaru yang digelar dari tanggal 27 s.d 28 April 2012 mengundang kekecewaan sebagian pengurus PCPM karena mereka tidak dilibatkan di acara tersebut, mengapa...??? inilah yang menjadi bahan pertanyaan bagi mereka, dan mestinya PDPM bisa menjawab dengan bijak dan menyampaikan langsung kepada yang bersangkutan.

Pengurus PCPM yang pernah di bentuk langsung oleh PDPM Pekanbaru di Taman Wisata Alam Mayang Pekanbaru, entah tanggal dan tahun berapa.,., saya sudah lupa... yang jelas dalam permusyawaratan yang semi formal itu menghasilkan keputusan, bahwa PCPM se Pekanbaru telah ada pengurusnya, dan di mintakan kepada pengurus PCPM se Pekanbaru untuk mengajukan nama-nama yang didata langsung oleh koordinator yang ditunjuk oleh PDPM Kota Pekanbaru, lalu dijanjikan akan diterbitkan Surat Keputusan langsung dari PDPM dan akan dilantik secara bersamaan oleh PDPM Kota Pekanbaru, ternyata apa yang terjadi.....?? semua yang dijanjikan itu tidak kunjung terjadi.

Dan pada tanggal 27 April 2012 diadakan Musyda dengan melibatkan pengurus PCPM se Pekanbaru malah membuat sebagian pengurus PCPM menjadi kecewa karena mereka tidak dilibatkan di Musyda, menurut sumber yang terpercaya, mengapa mereka tidak dilibatkan pada acara Musyda tersebut, karena beberapa kali mereka diundang oleh PDPM Kota Pekanbaru untuk pertemuan, mereka tidak menanggapinya/tidak hadir pada undangan tersebut??? apa benar..??? apakah ini cuma akal-akalan saja....??? menurut daftar nama Peserta yang sudah ditentukan oleh PDPM Kota Pekanbaru malah ada nama yang baru yang tidak diketahui sejak kapan menjadi pengurus PCPM.

Mungkin ini akan menjadikan sebuah pelajaran penting bagi Pengurus Organisasi apapun... sebaiknya lebih sering berkoordinasi baik dengan sesama pengurus, juga dengan tingkat Pimpinan, kalau koordinasinya saja tidak jelas, inilah akibatnya, ada yang kecewa, ada yang sakit hati, dll....(JA) 


Selasa, 13 Maret 2012

MeMey






Minggu, 11 Maret 2012

Cewek Galau






Minggu, 19 Februari 2012

WL



Gadis Mega Com




Senin, 06 Februari 2012

Cute Girl

 

Comment on Facebook